Press Release
March
12
2019
     21:37

Buka Raker Kemendag, Presiden Apresiasi Program Revitalisasi Pasar Rakyat

Buka Raker Kemendag, Presiden Apresiasi Program Revitalisasi Pasar Rakyat

Kementerian Perdagangan melaksanakan rapat kerja tahun 2019 yang berlangsung pada 12-13 Maret 2019. Mengangkat tema “Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing”, rapat kerja ini dibuka langsung oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo di ICE BSD, pada 12 Maret 2019, sekaligus melakukan peresmian dan penyerahan penghargaan pasar rakyat Indonesia.

Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, dalam sambutannya mengatakan bahwa ada tiga mandat dari Presiden kepada Kementerian Perdagangan yang telah dilaksanakan sepanjang 2018, yaitu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, meningkatkan ekspor Indonesia, serta pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat.

Pada 2018, Kementerian Perdagangan berhasil menstabilkan harga bahan pokok, yang terbukti dari turunnya nilai inflasi dari 8,3 persen pada 2014 menjadi 3,31 persen pada 2018. “Ini tentu bukan hanya kerja dari Kementerian Perdagangan, tapi sinergi semua kementerian. Ini dipimpin langsung oleh Bapak Presiden, dan berkat kerja keras gubernur, bupati, dan pengelola pasar di seluruh Tanah Air untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di harga yang terjangkau,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Presiden Joko Widodo menambahkan, dalam empat tahun terakhir ekonomi dunia sedang dalam posisi tidak baik atau turun sehingga memengaruhi perekonomian global, dan banyak negara yang tidak mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Namun, Indonesia ternyata mampu bertahan dari pengaruh ekonomi global, dan perekonomian Indonesia berhasil tumbuh di angka 5,17 persen.

“Bahkan, dibandingkan negara-negara G20, kita berada di posisi nomor tiga, di bawah India dan Cina. Ini patut kita syukuri,” ujar Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan dengan beberapa negara, seperti Cile, Australia, dan secara khusus dengan Palestina. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga melakukan diversifikasi pasar ekspor dan membuka tujuan pasar-pasar baru, seperti Mozambique, Tunisia, Maroko, EU, Korea, Turki, dan Bangladesh.

Di tengah memanasnya perang dagang antara Cina dan AS serta lemahnya permintaan ekspor dunia, total ekspor Indonesia tetap positif, baik dari segi nilai maupun volume. Total nilai ekspor Indonesia naik 6,7 persen, dari US$168,8 miliar pada 2017 menjadi US$180 miliar pada 2018.

Terakhir, Kementerian Perdagangan memiliki target membangun dan merevitalisasi 5.248 pasar rakyat selama periode 2015-2019, sebab pasar adalah urat nadi dan ujung tombak perekonomian Indonesia. Hingga 2018, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas sudah berhasil membangun 4.211 pasar rakyat, dan di tahun 2019 ini targetnya adalah menyelesaikan 1.037 pasar lagi.

Pembangunan yang dilakukan itu bukan hanya secara fisik, tapi juga memberikan pelatihan manajemen dan pengelolaan keuangan. Selama periode tersebut terdapat kenaikan omzet tertinggi 200 persen sehingga jika dirata-rata sekitar 24,4 persen per tahun.

“Saya mau memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan yang sampai 2018 telah membangun sekitar 4.211 pasar rakyat, baik pembangunan maupun revitalisasi, plus 8.900 pasar desa yang kecil-kecil di daerah. Artinya, kita benar-benar memberikan perhatian terhadap pasar dalam empat tahun terakhir ini secara sungguh-sungguh,” ujar Presiden Joko Widodo.

Namun, Presiden Joko Widodo menggarisbawahi perlunya para pelaku pasar rakyat untuk bersiap menghadapi datangnya era digital. Untuk itu, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan untuk mempersiapkan ekosistem online serta memperbaiki ekosistem offline-nya, mulai dari kemasan, labeling, hingga branding. Ketiga hal tersebut adalah yang menjadi kelemahan UMKM di Indonesia.

Di era industri 4.0 ini, kecepatan adalah kunci penting kesuksesan, baik itu kecepatan kerja maupun kecepatan pelayanan.

“Ke depan, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat, bukan negara yang besar mengalahkan negara yang kecil. Siap tidak siap, industri 4.0 akan datang ke kita,” ujar Joko Widodo. “Kalau ini (pasar rakyat) disambungkan semuanya, ini akan menjadi kekuatan yang sangat besar, dan lama-lama akan menjadi global, tidak hanya fisiknya, tapi juga omzetnya.”

Penghargaan Pasar Rakyat

Usai membuka raker Kementerian Perdagangan, Presiden Joko Widodo juga memberikan 14 penghargaan pasar rakyat, yang terbagi ke dalam empat kategori, yakni kategori Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Lingkungan, Pasar Ramah Difabel, dan Pengelola Pasar Terbaik.

Pemenang untuk Kategori Revitalisasi Terbaik adalah Pasar Sagalaherang Kabupaten Subang, Pasar Rakyat Blimbing Kabupaten Sragen, dan Pasar Rakyat Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Pemenang Kategori Pasar Ramah Lingkungan adalah Pasar Rakyat Bintaro Sektor 2 Tangerang Selatan, Pasar Rakyat Serikat C Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, dan Pasar Rakyat Gempol Kabupaten Pasuruan. Adapun pemenang Kategori Pasar Ramah Difabel adalah Pasar Rakyat Tanggul Kota Surakarta, Pasar Rakyat Rejowinangun Kota Magelang, dan Pasar Rakyat Kliwon Kabupaten Kudus. Terakhir, pemenang Kategori Pengelola Pasar Terbaik adalah Pasar Rakyat Manis Purwokerto Kabupaten Banyumas, Pasar Rakyat Agung Kota Denpasar, Pasar Rakyat Gunung Sari Kota Cirebon, Pasar Rakyat Pinangsungkulan Kota Manado, dan Pasar Rakyat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.

H. M. Isnaini, dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mengatakan, ada 25 pasar rakyat di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dari tahun ke tahun perkembangannya semakin meningkat, khususnya dalam hal sarana dan prasarana. Dari Kementerian Perdagangan sendiri telah membantu dalam hal revitalisasi fisik pasar.

Isnaini mengatakan, Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki program “Amuntai Barasih”, yakni program untuk meningkatkan kebersihan di pasar maupun lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa pasar rakyat itu harus bersih, ada tempat parkir, tidak becek, dan tidak bau.

“Kalau hal-hal tersebut tidak dipenuhi, jangan harap konsumen mau datang,” ujar Joko Widodo.

Sementara itu, Teddi Suwardi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang yang mendapat penghargaan kategori Pengelola Pasar Terbaik untuk Pasar Kelapa Dua, mengucap rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah berkontribusi dalam hal tertib ukur. Tertib ukur tersebut akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen, antara lain karena timbangan yang telah sesuai dengan aturan.

Teddi juga berharap ke depannya penghargaan ini akan memberikan efek domino dan menjadi motivasi bagi pasar-pasar lainnya agar menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih nyaman. “Ada beberapa kategori yang menjadi pedoman atau rujukan bagi pasar lain, misalnya pengelolaan perparkiran, pengelolaan sampahnya, dan tentang pengelola listriknya. Itu dikoordinir di satu pintu sehingga tidak ada banyak pungutan ke para pedagang,” tutup Teddi.


Tags ads

Terbaru

Mendulang Wangi Rupiah Dari Lilin Aroma Terapi

KEMENDAG | Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:51 WIB

Di Ajang TEI 2018, “Buyer” Asing Puji Kualitas Produk Indonesia

KEMENDAG | Minggu, 28 Oktober 2018 | 15:28 WIB

Bikin Produk Handicraft Dari Kertas Bekas Tembus Pasar Global

KEMENDAG | Jumat, 26 Oktober 2018 | 08:14 WIB

Sinar Sosro: Buyer di Ajang TEI Semakin Berkualitas

KEMENDAG | Kamis, 25 Oktober 2018 | 09:00 WIB

Upaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kemendag Fokus Genjot Ekspor

KEMENDAG | Senin, 22 Oktober 2018 | 19:04 WIB

Cegah Narkoba, Ditjen Hubud Lakukan Sosialisasi Perang Lawan Narkoba

DJPU KEMENHUB | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:07 WIB