Press Release
July
07
2021
     13:05

Interaksi Berlandaskan Budaya Digital dapat Membentuk Mental yang Tangguh

Interaksi Berlandaskan Budaya Digital dapat Membentuk Mental yang Tangguh

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 16 Juni 2021– Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada Rabu, 16 Juni 2021 pukul 15:00-17:30WIB, webinar dengan tema “Literasi Digital untuk Membangun Karakter Bangsa” diselenggarakan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Muhammad Yunus Anis, S.S., M.A. (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret), Dr. Ni Made Ras Amanda, S.Sos., M.Si. (Universitas Udayana & Japelidi), Meidine Primalia (Kaizen Room), dan Ari Ujianto (Penggiat Advokasi Sosial).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Meidine Primalia membuka webinar dengan menyampaikan bahwa karakter bangsa diartikan sebagai kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas, baik yang tercermin dalam kesadaran, rasa, karsa, dan perilaku. “Terkait itu, sebagai pengguna media, perlu terapkan digital skills agar karakter bangsa Indonesia tercermin dalam berinteraksi. Salah satu contoh hal yang bisa dilakukan terkait literasi digital adalah mengakses, memahami, dan memanfaatkan layanan mesin pencarian informasi untuk tujuan akademik dan tujuan positif lainnya,” ujarnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan terkait optimalisasi mesin pencarian informasi adalah menggunakan filter berdasarkan waktu dan menggunakan kata kunci secara efektif.

Muhammad Yunus Anis, S.S., M.A. dalam pemaparannya mengatakan bahwa ruang digital dapat dimanfaatkan sebaik mungkin karena adanya beraneka ragam budaya, agama, suku, dan bahasa daerah. “Terkait budaya digital, penerapannya dapat menguatkan karakter berbangsa dan rasa cinta terhadap produk dalam negeri, memperkuat kolaborasi budaya visual, menjunjung tinggi multikulturalisme, bahkan mendorong pelestarian seni,” ia sampaikan. Tujuan dan capaian dari penerapan digital culture secara baik dan benar adalah pembentukan mental yang tangguh melalui interaksi dan perdebatan sehat dengan analisa argumen yang baik.

Ari Ujianto kemudian menggaris bawahi pentingnya menerapkan digital safety dengan mengatakan bahwa “Salah satu dampak tiadanya literasi digital adalah tidak memiliki kompetensi terkait keamanan digital.” Ia juga jelaskan mengenai privasi daring atau privasi digital, terkait kemampuan kita melindungi data-data pribadi dengan mengelola batas-batas sejauh mana kita mengizinkan pihak lain mengakses data pribadi kita di ranah digital.

Dr. Ni Made Ras Amanda, S.Sos., M.Si. melanjutkan webinar dengan memaparkan bahwa generation gap yang ada kini memiliki tantangan sendiri dalam hal berkomunikasi. Walau begitu, tiap generasi harus menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan sendiri, serta saling melindungi dan saling menyapa saat berinteraksi di ranah digital. “Hal yang penting adalah kita harus selalu bermartabat dan berbudaya baik di dunia nyata maupun dunia maya,” tambahnya.

Saat sesi tanya jawab, ada pun peserta webinar yang menanyakan “Melihat keterbatasan sarana dan prasarana di daerah, apakah Indonesia sudah siap menerapkan literasi digital di dunia pendidikan?” Meidine Primalia menjawab “Mau tidak mau kita harus lebih mengenal lagi dunia digital, fungsinya untuk apa, dan mulai berani bergerak di dunia digital. Ibaratnya, siap tidak siap, harus siap dengan dunia digital.”

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.


Terbaru

Provokasi adalah Perbuatan untuk Membangkitkan Kemarahan

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Pahami Literasi Digital Dalam Beraktivitas di Dunia Digital

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB

Pentingnya memilih Orang yang Akan Dijadikan Guru

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 12:30 WIB

Internet Sebagai Alat Penunjang, Bukan yang Utama

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB