Press Release
July
05
2021
     17:30

Kemajuan Teknologi Informasi Turut Merubah Cara Pertukaran Informasi

Kemajuan Teknologi Informasi Turut Merubah Cara Pertukaran Informasi

KONTAN.CO.ID - Kota Serang, 1 Juli 2021 Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi.

Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar.

Menyikapi hal itu, maka baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar seri webinar literasi digital #MakinCakapDigital dengan tajuk "Literasi Digital untuk Negeri". Webinar yang digelar pada Kamis, 1 Juli 2021 di Kota Serang itu, diikuti oleh puluhan peserta secara daring.

Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yakni Pradipta Nugrahanto – Co-Founder Paberik Soeara Rakjat & Podcast Producer, Luqman Hakim – Content Writer, Denisa N.Salsabila – Kaizen Room, dan Septa Dinata A.S.,M.Si – Peneliti Paramadina Public Policy Institute.

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Pradipta Nugrahanto membuka webinar dengan mengangkat sub tema "Membangun Rasa Lewat Suara".

Menurutnya, media sosial perlahan masuk ke konten Audio. "Indonesia di ranah siniar dunia, dimana menjadi salah satu negara dengan jumlah pendengar dan podcaster terbanyak di asia pasifik," ujarnya.

Pradipta menambahkan, mengapa masyarakat masih menyukai konten audio, dikarenakan konten audio membuat pendengarnya penasaran. "Muka seperti apa, dan ingin mendengarkan episode selanjutnya. Selain elemen religi, teman-teman yang membuat orang ketawa dan deg-degan menjadi favorit," tambahnya.

Luqman Hakim menambahkan, dunia digital menjadi medan penting dalam pertukaran informasi dan pergaulan. Olehnya, dunia menjadi saling terhubung dan umat manusia menyatu dalam desa adibesar yang sering disebut global village.

"Tantangan di ruang digital yakni perkembangan teknologi digital yang sangat pesat mempengaruhi tatanan perilaku masyarakat. Pola lama dalam interaksi sosial kini turut terdistrupsi, mengaburkan beragam batasan dan norma-norma sosial," ujarnya.

Ia melanjutkan, kedepannya budaya komunikasi akan semakin beragam. Kita dituntut untuk selalu siap dengan perubahan. Oleh karenanya, adaptif terhadap perubahan adalah skill yang wajib dimiliki.

"Prinsip literasi digital pembentuk karakter anak bangsa. Berbudaya di ruang digital harus menjunjung sikap terbuka dan positif terhadap lisan, perteguh integritas diri, perteguh komitmen kedaulatan bangsa dan negara, serta endalikan ruang digital untuk hal-hal positif," jelasnya.

Sebagai salah satu narasumber, Denisa N.Salsabila etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

"Adapun ruang lingkup etika, yakni kesadaran, kebajikan, integritas dan tanggung jawab. Sebarkan informasi bermanfaat dan inspiratif. See, lihat dan kenali hoaks. Talk, diskusikan. Observe, amati dan cermati, lalu prevent atau cegah," paparnya.

Septa Dinata mengakhiri sesi pembicara dengan mengatakan, digitalisasi memungkinkan manusia menerima dan berinteraksi dengan informasi layaknya seperti manusia. "kehadiran media digital memungkinkan manusia berkomunikasi secara langsung tanpa batasan waktu dan tempat," tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu kejatahan yang sering terjadi didunia digital ialah phising scam, yang bertujuan untuk memancing pengguna membeberkan rahasia mereka terkait work Account, bank account, credit card atau informasi lainnya.

Data dari Kaspersky mengungkapkan, bahwa Facebook mendapatkan 4.5 juta phising. "Selalu berhati-hati saat mengklik suatu link, berhati-hati apa yang anda post dan bagikan jangan sampai orang-orang tahu wajah suami kita, anak kita atau keluarga," pungkasnya.

Dalam webinar ini, para partisipan yang hadir juga dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Tri Sumardiati menanyakan, bagaimana cara untuk menumbuhkan minat anak-anak agar menyukai atau tertarik budaya literasi digital yang sehat?

"Mulai dari diri kita sendiri apakah kita sudah mengetahui literasi digital tadi. Kita mulai dari keteladanan, anak-anak suka meniru maka kita berikan teladan yang baik ke mereka. Kita pahami dahulu mental anak-anak kita, agar kita bisa masuk ke dunia anak-anak itu, kita mulai dengan kebaikan-kebaikan universal tadi," jawab Luqman.

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Serang. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, terutama kepada Kominfo. Mengingat program literasi digital ini hanya akan berjalan dengan baik dan mencapai target 12,5 juta partisipan, jika turut didukung oleh semua pihak.


Terbaru

Provokasi adalah Perbuatan untuk Membangkitkan Kemarahan

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Pahami Literasi Digital Dalam Beraktivitas di Dunia Digital

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB

Pentingnya memilih Orang yang Akan Dijadikan Guru

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 12:30 WIB

Internet Sebagai Alat Penunjang, Bukan yang Utama

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB