Press Release
June
10
2021
     19:48

Mari Terapkan 3S: Saring Sebelum Sharing

Mari Terapkan 3S: Saring Sebelum Sharing

Jakarta, 9 Juni 2021– Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada Rabu, 9 Juni 2021 pukul 09:00-12:00 WIB, webinar dengan tema “Demokrasi dan Toleransi di Dunia Digital” diselenggarakan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Zainuddin Muda Z. Monggilo, S.I.Kom., M.A. (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM & Japelidi), AA Subandoyo (Klipaa.com), A. Zul Chaidir Ashari (Kaizen Room), dan Dr. Sri Nuryanti, M.A. (Peneliti Puslit Politik LIPI).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Narasumber pertama, Zainuddin Muda Z. Monggilo, S.I.Kom., M.A., mengawali webinar dengan membahas mengenai digital skills. Ia tegaskan pentingnya cakap bermedia digital tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga harus dapat menggunakannya secara optimal. “Literasi digital tidak hanya kecakapan saja, tapi bisa mengajak orang lain untuk berkontribusi lebih baik lagi,” jelasnya.

Dr. Sri Nuryanti, M.A. melanjutkan webinar dengan menjelaskan bahwa “Media sosial dapat digunakan sebagai sarana meningkatkan demokrasi dan toleransi.” Dengan hadirnya social media, ada kepentingan untuk mendalami aspek tata cara berkomunikasi dan kebiasaan berperilaku di ranah digital. Hal ini dinilai dapat memupuk rasa toleransi terhadap sesama pengguna media digital, baik di ranah dunia maya maupun dunia nyata. Oleh karena itu, penting untuk terapkan 3S, yaitu “saring sebelum sharing” dalam hal membagikan konten dan informasi.

Pembahasan selanjutnya terkait digital safety oleh A. Zul Chaidir Ashari mengangkat topik “Berani Lapor Kejahatan Siber”. “Pada dasarnya, karakter sebuah digital society (masyarakat di ranah digital) adalah tidak menyukai aturan. Maka dari itu, penting untu ktingkatkan partisipasi proaktif menyuarakan isu transformasi dan melaporkan segala bentu kejahatan yang terjadi di ranah digital,” ia katakan. Dalam pemaparannya, ia juga membagikan tips untuk JAGA; “Jangan asal transfer uang ke siapapun, Amankan data pribadi, Gunakan identifikasi, dan Adukan hal yang mencurigakan,” tambahnya. 

Bahas digital ethics, AA Subandoyo bahas mengenai dos and don’ts dalam hal konten digital. “Etika di dunia digital harus masuk ke dalam dunia desain digital; harus progresif ketika membangun sebuah platform yang akan digunakan untuk berbagi konten,” ujarnya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai berbagai lingkup etika dan contoh dos and don’ts, seperti copy-paste tanpa izin dalam bidang profesional, penyebaran hoax dan penggunaan buzzer dalam bidang politik, serta plagiat karya tulis atau ide dalam bidang pendidikan.

Peserta webinar pun ikut berpartisipasi aktif dalam pembahasan. Pada sesi tanya jawab, terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan, salah satunya mengenai cara menegur teman di grup aplikasi pesan yang cenderung suka membagikan hoax, karena biasanya berujung pada tindakan bully dan left group. Zainuddin Muda Z. Monggilo, S.I.Kom., M.A. memberi masukan selain left group, bisa langsung ingatkan ajak diskusi temannya itu, dan bahkan bikin peraturan dalam grup yang bersangkutan.

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.