Press Release
July
06
2021
     16:30

Berperilaku Layaknya di Dunia Nyata Saat Berselancar di Internet

Berperilaku Layaknya di Dunia Nyata Saat Berselancar di Internet

Webinar "Menjadi Netizen yang Cerdas di Mata Dunia"

Cilegon, 1 Juli 2021 - Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi.

Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar.

Menyikapi hal itu, maka baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar seri webinar literasi digital #MakinCakapDigital dengan tajuk "Menjadi Netizen yang Cerdas di Mata Dunia". Webinar yang digelar pada Kamis, 1 Juli 2021 di Cilegon itu, diikuti oleh puluhan peserta secara daring.

Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yakni Yuli Setiyowati-Kaizen Room, Dr Dian Berkah SHI., MHI - Founder dan Komisaris Utama Berkah Fintek Syariah, Maureeen Hitipeuw - Kaizen Room, Dedy Triawan, S.Kom, MMSI, PH.D. - Cto of MEC Indonesia.

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Yuli Setiyowati membuka webinar dengan mengatakan, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.

Selain itu, pertumbuhan pengguna social media juta tinggi, dan jumlah smartphone yang terkoneksi internet juga makin tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan yang namanya kecakapan digital (digital skill).

"Digital skill adalah kemampuan menggunakan perangkat keras atau kemampuan dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras," kata Yuli. Menurutnya, situs yang lalu lintasnya paling tinggi yaitu, Youtube, whatsapp, Instagram.

"Netizen Cerdas yaitu yang mampu menggunakan berbagai aplikasi digital sebelum menggunakannya, lalu menghindari postingan konten hoaks/provokasi/ujaran kebencian/SARA. Dan dengan tetap menjaga privasi tetap aman dan terjamin," jelasnya.

Sementara Maureeen Hitipeuw, dalam melakukan kegiatan di dunia digital, diperlukan digital ethics, yakni kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

"Etika berinternet diantaranya jangan menggunakan huruf besar/capital. Apabila mengutip dari internet, kutiplah seperlunya. Sedangkan etiket berinternet, yaitu menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan, tidak menggunakan huruf capital semua," jelas Maureen.

Kita semua manusia bahkan sekalipun saat berada di dunia digital, jadi ikutilah aturan seperti dalam kehidupan nyata pengguna internet berasal dari bermacam negara yang memiliki perbedaaan Bahasa.

"Contoh Perilaku yang tidak baik adalah menyebar kebohongan tentang seseorang, mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan via chat, dan menuuliskan kata-kata menyakitkan dikolom komentar," tutur Maureen.

Dedy Triawan menambahkan, ada beberapa jenis cybercrime, yaitu akses tanpa ijin ke system, konten illegal, pemalsuan data, spionase cyber, pemerasan cyber, pelanggaran HAKI, dan pelanggaran privacy.

"Langkah-langkah yang bisa dilakukan guna menjaga privasi ketika berselancar didunia maya, yakni sering-sering lah mencari nama anda sendiri melalui mesin pencarian google, mengubah pengaturan privasi atau keamanan, pahami dan gunakan fitur setiing pengamanan ini seoptimal mungkin," paparnya.

Sedangkan Dr Dian Berkah sebagai pembicara terakhir menjelaskan, digitalisasi adalah proses konversi dari analog ke digital, karena digitisasi focus pada pengoptimalan proses internal. Seperti otomatisasi kerja, meminimalisir penggunaan kertas dan lain sebagiannya, tujuannya tidak lain untuk mengurangi biaya.

"Sederhananya, digitalisasi adalah penggunaan teknologi digital dan data-data yang telah terdigitalisasi untuk memengaruhi cara penyelesaian sebuah pekerjaan," jelas Dian.

Ia menambahkan, saat ini terdapat problem pada masyarakat, dimana kebanyakan masyarakat kita tidak termotivasi untuk memanfaatkan teknologi untuk potensi lain dan hanya menjadi pengguna saja di Era Digitalisasi ini.

"Solusinya yaitu dengan pentingnya memiliki sikap professional, memperluas pergaulan, upgrade keilmuan, mengasah kemampuan berkomunikasi, dan mengasah hobil yang bisa bermanfaat untuk orang lain," pungkasnya.

Dalam webinar ini, para partisipan yang hadir juga dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Nava Mileniasari menanyakan, dalam budaya berdigital kali ini gimana kita menanggapi akun yang membicarakan mengenai agama dan condong memojokkan agama lain?

"Pada dasarnya wilayah agama adalah wilayah yang personal, semua ada standartnya. Maka dari itu kita harus sadar aktif dan kita jangan mengikuti konflik  yang ada, karena lebih baik kita melakukan hal yang positif walau ada juga netizen yang dibayar untuk itu. Tapi, kita ambil aja semua yang positifnya saja, negara juga sudah mengatur betul mengenai hal-hal tersebut," jelas Dian.

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Cilegon. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, terutama kepada Kominfo. Mengingat program literasi digital ini hanya akan berjalan dengan baik dan mencapai target 12,5 juta partisipan, jika turut didukung oleh semua pihak.


Terbaru

Provokasi adalah Perbuatan untuk Membangkitkan Kemarahan

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Pahami Literasi Digital Dalam Beraktivitas di Dunia Digital

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB

Pentingnya memilih Orang yang Akan Dijadikan Guru

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 12:30 WIB

Internet Sebagai Alat Penunjang, Bukan yang Utama

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB