Press Release
July
07
2021
     12:32

Dijuluki Negeri Para Unicorn,Indonesia Unggul di ASEAN Terkait Nilai Ekonomi Digital

Dijuluki Negeri Para Unicorn,Indonesia Unggul di ASEAN Terkait Nilai Ekonomi Digital

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 16 Juni 2021. Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara. 

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada Rabu, 16 Juni 2021 pukul 15:00 WIB, webinar dengan tema “Transformasi Kemajuan Bangsa Melalui Literasi Digital” diselenggarakan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Abdul Rohim (Redaktur Langgar.co), Ilham Faris (Kaizen Room), Sigit Widodo (Internet Development Institute), Betari Kinayungan (Kaizen Room).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Ilham Faris membuka webinar dengan menyampaikan bahwa banyak sekali informasi yang kita dapatkan di internet. “Informasi yang didapatkan pun jangkauan dan cakupannya luas, tidak hanya dapat mengetahui perkembangan atau berita di Indonesia saja tetapi juga internasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami digital skills, yaitu kemampuan indvidu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan lunak TIK serta sistem operasi digital, agar bisa menggunakan teknologi secara optimal dalam mendapatkan informasi yang bermanfaat,” jelasnya. 

Abdul Rohim dalam pemaparannya mengatakan bahwa “Kemajuan era digital seharusnya tidak mengubah budaya kita di dunia nyata. Jika kita tidak mampu memahami logika era digital ini secara holistik akan menyebabkan kita terjebak pada nalar komsumtif yang tidak produktif.” Ia juga menambahkan bahwa media digital bisa meningkatkan solidaritas sesama manusia, seperti membuat campaign bantuan atau menggalang dana, serta dapat menambah relasi yang lebih banyak lagi. “Nilai-nilai ini sebenarnya selaras dengan yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ia tambahkan.

Sigit Widodo kemudian memaparkan bahwa “Kemampuan dan literasi digital adalah satu dari lima dasar ekonomi digital. Jika memiliki tingkat digital skill yang bagus, maka dapat memberikan kemudahan untuk mendapatkan manfaat di sosial media.” Ia juga memaparkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia kita sudah terbilang cukup baik, bahkan mengungguli beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura. “Ini dapat dilihat dari fakta bahwa Indonesia adalah negeri para unicorn, di mana salah satu perusahaan yang besar saat ini baru saja melakukan merger yaitu Gojek dan Tokopedia. Pengaruhnya sangat berdampak baik bagi perekonomian Indonesia,” ia sampaikan.

Betari Kinayungan melanjutkan webinar dengan memaparkan bahwa “Kita harus dapat menyadari bahwa rekam jejak digital akan terus ada di media sosial. Untuk kita, harus berhati-hati dalam men-share sesuatu di media sosial.  Harus berhati-hati juga dalam men-share data-data ke suatu platform.” Selain itu, penting untuk mengetahui cara melindungi identitas digital dan data pribadi di platform digital. Beberapa cara di antaranya adalah memastikan identitas penerima data, selalu melakukan double checking, memeriksa perizinan akses aplikasi, dan membaca syarat dan ketentuan aplikasi yang digunakan.

Saat sesi tanya jawab, ada pun peserta webinar yang menanyakan cara mengedukasi masyarakat tentang critical thinking agar bijak menggunakan media sosial, mengingat bahwa netizen Indonesia disebut sebagai pengguna media sosial paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Abdul Rohim menjawab “Secara harfiah, hal ini kembali kepada diri kita masing-masing dan kepada nilai-nilai prinsipil ideologi kita sebagai warga negara Indonesia, yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, yang selalu ditegaskan untuk diterapkan dalam berinteraksi di ranah digital pun. 

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.


Terbaru

Provokasi adalah Perbuatan untuk Membangkitkan Kemarahan

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Pahami Literasi Digital Dalam Beraktivitas di Dunia Digital

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 13:00 WIB

Pentingnya memilih Orang yang Akan Dijadikan Guru

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 12:30 WIB

Internet Sebagai Alat Penunjang, Bukan yang Utama

KOMINFO | Kamis, 16 September 2021 | 11:13 WIB