Press Release
August
04
2021
     11:30

Berbicara Secara Positif Melalui Konten Digital

Berbicara Secara Positif Melalui Konten Digital

KONTAN.CO.ID - Di dalam dunia digital dan modern seperti sekarang ini internet sudah menjadi hal yang sangat wajar. Internet juga menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Tantangan terbesar dalam menghadapi perkembangan zaman ini adalah keamanan dalam mengakses informasi yang ada di internet. Tidak hanya mengamankan perangkat yang menjadi persoalan, tetapi juga cara kita menerima, memahami, dan membagikan informasi harus diperhatikan agar tidak turut berkontribusi terhadap menjadikan ruang digital sebagai ruang yang penuh hoax dan ancaman lainnya.

Menyikapi hal itu, maka lembaga Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital dalam menggelar webinar dengan tajuk “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”. Webinar yang digelar pada Kamis, 29 Juli 2021 pukul 09:00-11:30 diikuti oleh sejumlah peserta secara daring.

Dalam forum tersebut hadir Muhammad Iqbal (Comic Artist & Ilustrator), Abdul Rohim (Redaktur Langgar.co), Asep Deni, M.Pd. (Direktur Pendidikan Idrisiyyah Foundation), Roza Nabila (Kaizen Room), dan Lutfi Agizal S.Psi. (Aktor, Youtuber & Influencer) selaku narasumber.

Dalam pemaparannya, Asep Deni, M.Pd. menyampaikan informasi penting bahwa “Dampak dari pandemi yang hampir dua tahun ini ternyata banyak sekali. Kerugian dari segi ekonomi, sektor pendidikan, UMKM dan pekerjaan banyak yang terdampak pandemi, dan persentase penduduk miskin pun meningkat 0,97% akibat pandemi. Selain itu, masyarakat Indonesia sangat mudah terkena hoax, maka dari itu saring dulu sebelum sharing. Berkat adanya internet, kalau ingin terkenal dalam arti kontroversial itu sangat mudah saat ini, karena masyarakat lebih tertarik dengan konten negatif daripada positif. Dengan penggunaan platform digital yang semakin meningkat, kita harus mengatur dan mensiasati supaya konten positif lebih banyak dari pada negatif. Makna berbicara saat ini berubah bukan berbicara dalam arti yang sebenarnya tetapi kini melalui pembuatan konten. Maka dari itu buatlah konten-konten yang positif untuk menyampaikan hal-hal yang positif juga.”

Lutfi Agizal S.Psi. selaku narasumber Key Opinion Leader juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat terkenal dengan warga negara dan masyarakat yang sangat ramah, tapi baru sekitar satu tahun lalu Microsoft mengadakan survei yang memperlihatkan bahwa netizen Indonesia adalah netizen yang paling tidak ramah se-Asia. Guru sebenarnya merupakan salah satu konten kreator pertama di dunia, namun sekarang konten tentang pendidikan sangat sedikit. Mengapa ia tekankan pada pendidikan, karena apapun yang sering kita ajarkan akan menjadi kebiasaan, dan kalau sudah menjadi kebiasaan akan sulit untuk diubah, sehingga penting untuk mendorong pendidikan yang berkualitas dan juga positif demi membentuk suatu kebiasaan yang baik pula. Ia juga percaya bahwa semua manusia mempunyai cara untuk meng-heal dirinya sendiri tanpa bantuan obat. Terkait itu, ia menceritakan ketika diserang oleh haters. Ia selalu berusaha untuk produktif dan menjadi seseorang yang positif dengan cara dia sendiri.

Para partisipan yang hadir juga dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Sri menyampaikan pertanyaan “Bagaimana cara kita menyikapi pandemi ini, mengingat saat ini banyak tersebar konten-konten negatif serta hoax, sedangkan kita mendapatkan informasi atau berita dari online atau media sosial?”

Pertanyaan tersebut pun dijawab dengan lugas oleh Abdul Rohim, bahwa “Sebelum mempercayai suatu berita ada baiknya kita cek kebenarannya terlebih dahulu. Jangan langsung dipercaya apalagi men-share berita yang belum tentu benar. Memang saat ini kita mendapatkan berita kebanyakan dari media sosial, tetapi dalam rangka mencegah semakin tersebarnya berita negatif atau hoax harus dimulai dari diri kita dulu. Ingat, jangan asal percaya, apalagi sekarang banyak berita yang clickbait dan hanya mengandalkan judul saja.”

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten. Juga, bagi yang ingin mengetahui tentang Gerakan Nasional Literasi Digital secara keseluruhan bisa ikuti akun Instagram @siberkreasi.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat.


Terbaru

Banyak Efek Positif Dari Perkembangan Teknologi

KOMINFO | Senin, 20 Desember 2021 | 12:15 WIB

Selain Positif, Kemajuan Digital Memiliki Dampak Negatif

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:47 WIB

Digitalisasi Membawa Perubahan Dalam Kehidupan Masyarakat

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:40 WIB

Media Digital Bisa Digunakan Sebagai Ruang Diskusi

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:28 WIB

Terjadi Pergeserean Pola Pikir di Masyarakat

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:22 WIB

Cyberbullying Meninggalkan Jejak Digital

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:15 WIB

Netiket Sangat Penting di Media Digital

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:05 WIB