Press Release
June
03
2021
     18:46

Mempersiapkan Masyarakat Indonesia yang Semakin Cakap & Etis dalam Bermedia Digital

Mempersiapkan Masyarakat Indonesia yang Semakin Cakap & Etis dalam Bermedia Digital

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 31 Mei 2021– Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital. Seri webinar ini menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten, dan mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi. Webinar pertama diadakan pada Senin, 31 Mei 2021, dengan para narasumber Zainuddin Muda Z. Monggilo (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol, UGM), Novi Paramita Dewi (Indonesia Association for Public Administration), Telly Natalia (Blogger dan Jurnalis), Sri Astuty, S.Sos., M.Si (Staff Pengajar Universitas Lampung), dan Dada Sabra Sathilla (Brand Manager Young On Top Inspirasi Nusantara).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, digital safety, dan diperkaya dengan tips dan trik dalam mengedukasi dan menginspirasi di dunia era digital. Hal itu menjadi penting karena “Literasi digital tidak hanya soal kecakapan saja, tetapi juga harus bisa mengajak pihak lain untuk berkontribusi secara lebih baik lagi”, ujar Zainuddin Muda Z. Monggilo saat memaparkan materinya yang berjudul “Cakap dan Etis di Era Kolaborasi Digital”. Novi Paramita Dewi menjelaskan bahwa tentu saja dalam berinteraksi dengan pihak lain di ranah digital, perlu adanya etika digital dalam bentuk kesadaran (sadar dalam apa yang akan di-posting karena secara tidak langsung berinteraksi dengan orang lain), kebajikan (niat baik dengan orang lain), kejujuran (jujur dan bertanggung jawab di dunia digital), dan juga integrasi. Ia juga menyuarakan urgensi untuk mengikuti aturan di dunia digital seperti dalam kehidupan yang nyata.

Pernyataan itu juga diperkuat oleh pemaparan Telly Natalia, yang menjelaskan mengenai phubbing, yaitu saat bertemu dengan orang di dunia nyata namun terfokus pada gawai. “Itu merupakan sikap tidak sopan karena kita tidak mengajak lawan kita berbicara. Saat bertemu dengan orang secara offline harus saling menghargai dan jangan fokus dengan gawai” ia tambahkan untuk memperkaya pembahasan mengenai digital culture.

Ketika menyampaikan materi digital safety, Sri Astuty, S.Sos., M.Si menekankan bahwa pengguna media digital pasti meninggalkan jejak digital, yaitu “Jejak yang kita buat dan kita tinggalkan saat menggunakan perangkat digital. Contohnya, foto dan ketikan yang kita share tidak bisa dihapus. Hati-hati juga dengan berbagi lokasi, interaksi menggunakan medsos dan persetujuan cookie,” ia ingatkan kepada para peserta webinar. Dada Sabra Sathilla juga menambahkan bahwa “Skill yang paling penting untuk diasah dalam era digital ini adalah mengembangkan rasa ingin tahu, mencari sumber-sumber untuk menambah literasi agar bisa berpikir kritis sebelum berbagi informasi dan berkomentar agar tidak merugikan orang lain dan tidak terkena hoax”.

Anstusiasme peserta pun terekam dalam berbagai pertanyaan yang diolontarkan saat sesi tanya-jawab, salah satunya “Apakah boleh jika saya mem-posting percakapan di sosial media dengan orang lain tanpa izin dari orang tersebut?”. “Perlu ada konsen, perlu ada persetujuan dengan si pemilik ruang privat dan ruang publik, karena bisa kena pelanggaran hak-hak karena menyebarkan privasi dari ruang privat ke ruang publik”.

Seperti yang dikatakan okleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.


Tags Kominfo