Press Release
June
12
2021
     13:45

Pilihlah E-Wallet Sesuai Kebutuhan!

Pilihlah E-Wallet Sesuai Kebutuhan!

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 11 Juni 2021– Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada Jumat, 11 Juni 2021 pukul 09:00-12:00 WIB, webinar dengan tema “Pahami Seluk Beluk Transaksi dan Investasi Digital yang Aman dan Nyaman” diselenggarakan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Panji Gentura (Project Manager PT. WestmooreTech Indonesia), Dr. Bambang Kusbandrijo, M.S. (IAPA), Aidil Wicaksono (Kaizen Room), dan Antonius Andy Permana (Founder & CEO Haho.co.id).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Panji Gentura memberikan pemaparan mengenai e-wallet dan e-money untuk pemula, di mana ia menjelaskan perbedaan antara keduanya. “E-money digunakan untuk pembayaran tol, parkir, transportasi umum, dan lain sebagainya. Kalau e-wallet tidak seefektif e-money, karena tidak menggunakan internet sama sekali untuk menyelesaikan transaksi,” ia katakan dalam pemaparannya. Ia juga menambahkan bahwa “Tidak ada acara khusus untuk memilih e-wallet yang baik; semua itu tergantung pada kebutuhan kita sehari-hari, tetapi kita dapat melakukan komparasi terhadap e-wallet yang ingin digunakan. Hal ini dapat dilakukan melalui Cermati.com,” jelasnya.

Dr. Bambang Kusbandrijo, M.S. melanjutkan webinar dengan membahas “Cara Bijak Berinvestasi dan Bertransaksi Digital”. Ia mengatakan bahwa “Pada dasarnya orang berinvestasi karena ingin mendapatkan keuntungan.” Walau begitu, tetap ada perspektif etik transaksi dan investasi, yaitu (1) Profesional beretik, (2) Prinsip saling menguntungkan bersama, (3) Berbasis data dan fakta (4) Taat ketentuan pasar modal/transaksi yang berlaku, (5) Transparan, (6) Akuntabel, dan yang terakhir adalah (7) Pelayanan.

Aidil Wicaksono kemudian memberi pemaparan terkait digital culture. Berdasarkan data yang ia peroleh, selama pandemi Covid-19 sebanyak 55% pengguna internet mengaku lebih sering berbelanja online. Terkait itu, penggunaan fitur live chat menjadi salah satu budaya baru. Berdasarkan data dari Accenture Research pada 2020, sebanyak 41% konsumen merasa nyaman berkomunikasi melalui fitur live chat. Melihat semakin mudahnya berkomunikasi di ranah digital, “Menjadi penting untuk memiliki kompetensi dasar dalam budaya komunikasi digital, yaitu cakap paham, cakap produksi, cakap distribusi, cakap partisipasi, dan cakap kolaborasi. Penting juga untuk memiliki growth mindset yang selalu mendukung adanya keinginan untuk berkembang dan berubah.

Terkait digital safety, Antonius Andy Permana berikan beberapa petunjuk dalam memilih dompet digital. “Pahami karakterikstik dompet digital yang ada karena masing-masing memiliki layanan yang berbeda-beda. Kemudian tentukan peruntukan dan kebutuhannya, seperti untuk membayar pulsa, pembayaran PDAM, transportasi umum, nonton bioskop, isi ulang e-money dan lain sebagainya. Lalu tentukan kebutuhan apa saja yang memang diprioritaskan. Jangan lupa untuk selalu lakukan proteksi perangkat, baik keras maupun lunak,” ia sampaikan.

Saat sesi tanya jawab, ada pertanyaan yang muncul terkait bagaimana agar kemajuan era digital benar-benar memberi layanan transaksi yang praktis, aman, dan nyaman sekalipun memasuki wilayah digital seperti masuk hutan rimba, di mana yang lemah akan dieksploitasi yang kuat. Para pemapar materi menjawab bahwa perkembangan yang begitu cepat mengharuskan kita untuk cepat pula dalam hal mengedukasi mereka yang belum paham. Dikarenakan masih dalam masa transisi, maka masih sulit pula untuk merealisasikan hal tersebut; peningkatan kapasitas intelektual terkait edukasi digital masih lemah sekali, sehingga penting melakukan literasi digital.

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.