Press Release
June
11
2021
     08:31

Yuk, Kenali Manfaat dan Risiko Penggunaan E-Wallet!

Yuk, Kenali Manfaat dan Risiko Penggunaan E-Wallet!

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 9 Juni 2021 Secara umum, literasi digital sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital. Namun begitu, acap kali ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama. Padahal literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri; saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.”

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital yang memfokuskan pada empat tema besar; Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Diharapkan dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital pun, dalam bentuk seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada Rabu, 9 Juni 2021 pukul 13:00-15:20 WIB, webinar dengan tema “Dompet Digital: Kenali dan Pahami” diselenggarakan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Bondan Wicaksono, S.E,. M.E. (Dosen STIE UniSadhuGuna Business School), Rizki Ayu Febriana (Kaizen Room), Meidine Primalia (Kaizen Room), dan Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H. (IAPA).

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Dalam hal digital skills, Bondan Wicaksono, S.E,. M.E. mengangkat topik “Menjajaki Fitur dan Sistem Aplikasi dan Dompet Digital”, di mana ia menyebutkan adanya berbagai ragam dompet digital di masa sekarang. “Metode pembayaran e-commerce melalui e-wallet semakin digemari, dan Indonesia masuk urutan ke 5 setelah Vietnam dalam penggunaannya,” ia jelaskan. Tentunya dompet digital dapat dinikmati oleh banyak konsumen karena sangat mudah digunakan, dan ia juga memiliki beberapa kelebihan lain seperti terhindar dari uang palsu, transaksi lebih cepat, terhindar dari virus/bakteri, lebih praktis, dan riwayat transaksi tercatat lengkap.

Pembahasan selanjutnya oleh Rizki Ayu Febriana menjelaskan bahwa e-wallet adalah layanan elektronik untuk menyimpan data dan instrumen pembayaran, antara lain alat pembayaran menggunakan kartu dan atau uang elektronik. Melihat banyaknya pengguna, ia juga ingatkan mereka untuk bijak menggunakan dompet digital atau e-wallet, yaitu dengan “Memilih media atau e-wallet yang terpercaya, membuat password yang aman dan rutin menggantikannya secara berkala, selalu rahasiakan kode OTP, cek saldo dan riwayat transaksi secara rutin, dan hindari menggunakan wifi publik untuk transaksi keuangan,” ia ingatkan.

Meidine Primalia lalu mengangkat topik “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”, dan mengawali pemaparannya dengan mengatakan bahwa penggunaan dompet digital semakin meningkat saat pandemi ini. Perubahan yang ditawarkan dengan hadirnya dompet digital adalah ia mempermudahkan pengguna mengakses informasi, dan menghubungkan media yang bervariasi secara lebih mudah pula. Terkait perubahan, ia mengatakan bahwa “Digital culture merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital, karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital.”

Kemudian Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H. membahas topik “Perlindungan Konsumen Terkait Potensi Pelanggaran Data Pribadi pada Dompet Gigital”. Ia membahas beberapa risiko dalam bertransaksi menggunakan dompet digital, seperti “Konsumen tidak dapat langsung mengidentifikasi, melihat atau menyentuh barang yang akan dipesan, ketidakpastian informasi tentang produk, tidak jelasnya status subjek hukum dari pelaku usaha, tidak adanya jaminan keamanan bertransaksi dan privasi serta penjelasan terhadap risiko, pembebanan risiko yang tidak berimbang, transaksi bersifat lintas batas negara (borderless), terkait privasi data posisi konsumen cenderung sangat lemah, dan harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi formulir yang berisikan data pribadi.” Menurutnya, “Indonesia sampai saat ini belum memiliki perarutan perundang-undangan yang secara khusus mengatur mengenai perlindungan data pribadi,” sehingga pengguna media digital, khususnya dompet digital, harus selalu mewaspadai hal itu.

Saat sesi tanya-jawab, seorang peserta bertanya mengenai contoh kejahatan yang menggunakan data pribadi, dan apa hukumannya. Dr. Putu Eka Trisna Dewi, S.H., M.H. menjawab bahwa “Banyak sekali contoh kejahatan yang menggunakan data pribadi, salah satunya kalau kita diminta mengisi data padahal sumber informasinya juga hoax. Bisa juga data kita tersebar dan digunakan secara tidak bijak. Hukumnya masih ada UU ITE, namun segala sesuatu yang bersifat digital sangat rentan. Ditambah lagi hukum di Indonesia masih memakai juncto-juncto.”

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.” Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital, sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.


Terbaru