Press Release
July
18
2018
     10:19

Kembangkan Maskapai LCC Yang Selamat, Aman Dan Nyaman Untuk Perekonomian Indonesia

Kembangkan Maskapai LCC Yang Selamat, Aman Dan Nyaman Untuk Perekonomian Indonesia

Jakarta, Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia terutama yang tingkat ekonominya menengah ke bawah, di perkotaan maupun di daerah pinggiran dan pedalaman. Karena dengan LCC, mereka bisa melakukan transportasi dari satu daerah ke daerah lain dengan cepat dan murah untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi. Dengan akses transportasi yang mudah tersebut, urat nadi perekonomian nasional akan berdenyut kencang sehingga bisa tumbuh dan berkembang pesat.

Namun agar hal tersebut bisa berlangsung secara simultan dan berkelanjutan, moda transportasi LCC harus dijaga agar tetap selamat, aman dan nyaman. Dengan demikian masyarakat tidak ragu-ragu menggunakannya dan transportasi udara sebagai urat nadi perekonomian nasional tidak terganggu.

Sebagai regulator penerbangan nasional, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan akan memastikan perkembangan maskapai LCC nasional dalam koridor keselamatan, keamanan dan kenyamanan secara berkesinambungan untuk menunjang perekonomian nasional. Hal tersebut akan dilakukan baik secara fisik seperti pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana pendukung, serta non fisik dengan pengembangan peraturan dan sistem pengawasannya.

"Maskapai LCC ini memang sangat dibutuhkan, terutama kalangan menengah ke bawah karena harga tiketnya yang murah. Namun demikian kita harus tetap pastikan, walaupun murah tapi jangan murahan. Tingkat keselamatannya tetap harus sama dengan maskapai lain karena itu menyangkut nyawa manusia," ujarnya.

Menurut Agus, pihaknya mempunyai aturan terkait tarif atas dan bawah. Maskapai LCC bermain di batas bawah dengan tarif rendah. Hal ini dilakukan dengan memangkas beberapa hal terkait layanan pada penumpang. Namun Agus menyatakan, keselamatan penerbangan tidak boleh dikurangi. Dalam hal keselamatan, semua maskapai harus sama, baik LCC maupun yang medium dan full service.

Untuk memastikan keselamatan tersebut, secara fisik, Ditjen Hubud di antaranya akan melakukan bimbingan untuk pembangunan sarana penunjang seperti terminal bandara LCC dengan panjang runway yang sesuai kebutuhan pesawat yang dioperasikan maskapai LCC tersebut. Pembangunan terminal bandara LCC ini untuk mengembangkan aksesibilitas yang akan dipadukan dengan konektivitas maskapai LCC sehingga terbangun suatu transportasi udara yang terpadu hingga ke pelosok tanah air.

Sedangkan non fisik, akan dilakukan pengawasan seperti misalnya laporan keuangan dan laporan perawatan dan perbaikan (maintenance) pesawat secara berkala.

"Laporan keuangan berkala ini juga untuk melihat bagaimana maskapai penerbangan LCC tersebut memenuhi persyaratan maintenance untuk menjamin keselamatan penerbangannya," lanjut Agus.

Selain itu juga pengembangan dan pengawasan sumber daya manusia sebagai pelaksana sistim dan operator sarana dan prasarana tersebut. Untuk itu Agus menyatakan Ditjen Perhubungan Udara akan mengeluarkan lisensi kepada personil penerbangan tersebut sesuai dengan persyaratan aturan penerbangan internasional. (FY/ME/SW)


Terbaru

Kenali Sejarah Dengan Cara Kekinian

PELABUHAN MARUNDA | Senin, 19 Agustus 2019 | 17:07 WIB

Mendulang Wangi Rupiah Dari Lilin Aroma Terapi

KEMENDAG | Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:51 WIB

Di Ajang TEI 2018, “Buyer” Asing Puji Kualitas Produk Indonesia

KEMENDAG | Minggu, 28 Oktober 2018 | 15:28 WIB

Bikin Produk Handicraft Dari Kertas Bekas Tembus Pasar Global

KEMENDAG | Jumat, 26 Oktober 2018 | 08:14 WIB

Sinar Sosro: Buyer di Ajang TEI Semakin Berkualitas

KEMENDAG | Kamis, 25 Oktober 2018 | 09:00 WIB

Upaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Kemendag Fokus Genjot Ekspor

KEMENDAG | Senin, 22 Oktober 2018 | 19:04 WIB