Press Release
December
19
2021
     10:44

Memiliki Etika Digital Berarti Memiliki Penghargaan Terhadap Diri Sendiri

Memiliki Etika Digital Berarti Memiliki Penghargaan Terhadap Diri Sendiri

KONTAN.CO.ID - Cakap bermedia digital diperlukan dalam rangka mewujudkan transformasi kemajuan bangsa. Sebagai pengguna teknologi digital, kita perlu perlakukan gawai untuk menginformasikan sesuatu yang baik dan menggugah orang lain, namun tidak menyinggung isu SARA. Kita harus menjadi teladan tanpa menyombongkan diri. Sadari bahwa prestasi bukan hanya dari jumlah follower, dan kita perlu mengontrol teknologi, bukan dikontrol oleh teknologi. Penting untuk selalu bertanggung jawa atas semua unggahan yang kita lakukan, dan perlakukan dunia digital yang maya menjadi nyata. Tentunya untuk melakukan itu, kita butuh cakap dalam menguasai ruang dan teknologi digital.

Menyikapi hal itu, maka lembaga Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital dalam menggelar webinar dengan tajuk “Cakap Bermedia Digital”. Webinar yang digelar pada Selasa, 30 November 2021, pukul 09:00-11:30 diikuti oleh sejumlah peserta secara daring. 

Dalam forum tersebut hadir Mohammad Adnan (CEO Viewture Creative Solution), Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.A.P. (Dosen Universitas Ngurah Rai & IAPA), Dr. Lina Miftahul Jannah, M.Si. (Dosen Universitas Indonesia & Pengurus DPP IAPA), Rizki Ayu Febriana (Business Coach UMKM), dan Ones (Seniman) selaku narasumber. 

Dalam pemaparannya, Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.A.P. menyampaikan informasi penting bahwa “Kini ruang digital semakin terbuka terhadap konten negatif. Fenomena orang bisa bicara semaunya dan bertindak semaunya menyumbang kepada konten-konten tersebut. Ketidakamanan dalam bermedia akan memunculkan disrust (ketidakpercayaan) dengan media digital. Adapun dampak yang akan dialami apabila cakap dalam bermedia digital, khususnya terkait etika digital. Hal yang akan paling dirasakan adalah penghargaan pada diri sendiri akan menjaga kepentingan kita di dunia digital. Kita akan bijak mengekspos diri kita melalui pesan yang kita buat dan bagikan. Contohnya; kita tidak akan merekam diri kita dalam situasi tidak pantas, karena hal ini akan berisiko tinggi bagi harkat-martabat kita. Contoh mudah mengenai penerapan etika dalam bermedia digital misalnya ketika kita menemukan informasi masih dalam wilayah abu-abu kebenarannya, maka kita tidak boleh mengambil tindakan buru-buru. Lalu sebelum mengambil kesimpulan, pahami dahulu informasi yang kita miliki; kita dapat membandingkan informasi itu dengan referensi yang ada.”

Ones selaku narasumber Key Opinion Leader juga menyampaikan bahwa ia merasakan banyak sekali hal yang positif dari hadirnya internet dan media digital, seperti memudahkan dan memperluas jaringan pertemanan tanpa batas dan menjadikan ruang digital ini sebagai media komunikasi antar sesama komunitas. Ia sendiri pun mempunyai aktivitas di ruang digital  untuk bisa tetap bergerak untuk teman-teman komunitas graffiti. Menurutnya digital sangat penting untuk menambah wawasan agar kita tahu batasan-batasan dalam bermedia digital dan selalu sharing hal-hal positif untuk diri kita dan orang lain.

Para partisipan yang hadir juga dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Pirna Puji Lestari menyampaikan pertanyaan “Saya pernah baca bahwa Indonesia sebentar lagi akan dianugerahi Bonus Demografi, kemudian tidak lama ini ada survei yang menyebut netizen Indonesia paling tidak beradab Se-Asia Tenggara. Lalu bagaimana cara menumbuhkan sikap etika digital terhadap masyarakat, khususnya para pelajar, terlebih agar bonus demografi nantinya yang kita miliki berkualitas dalam bermedia sosial?”

Pertanyaan tersebut pun dijawab dengan lugas oleh Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.A.P. bahwa “Kita bisa melakukan literasi dan membuka komunikasi dari semua stakeholder, bahkan kita bisa gencar untuk melakukan konten positif, dan tidak tergantung pada pemerintah saja. Program pemerintah melalui literasi digital juga bisa dimasukkan ke dalam kurikulum agar masyarakat dan anak-anak didik dapat melakukan hal-hal positif di ruang digital. Teknologi semakin lama semakin berkembang, maka dari itu kita juga harus meliterasi diri kita dengan baik dan bijak.”

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten. Juga, bagi yang ingin mengetahui tentang Gerakan Nasional Literasi Digital secara keseluruhan bisa ikuti akun Instagram @siberkreasi.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terliba


Tags Kominfo

Terbaru

Banyak Efek Positif Dari Perkembangan Teknologi

KOMINFO | Senin, 20 Desember 2021 | 12:15 WIB

Selain Positif, Kemajuan Digital Memiliki Dampak Negatif

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:47 WIB

Digitalisasi Membawa Perubahan Dalam Kehidupan Masyarakat

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:40 WIB

Media Digital Bisa Digunakan Sebagai Ruang Diskusi

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:28 WIB

Terjadi Pergeserean Pola Pikir di Masyarakat

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:22 WIB

Cyberbullying Meninggalkan Jejak Digital

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:15 WIB

Netiket Sangat Penting di Media Digital

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 11:05 WIB

Internet Bagai Pisau Bermata Dua

KOMINFO | Minggu, 19 Desember 2021 | 10:55 WIB